Sabtu, 05 Desember 2015

Artikel Live In di Dusun Kaliduren Kopeng

Live in yang berlangsung pada tanggal 12-14 November 2015 mengajarkan aku banyak pengalaman hidup yang berharga.  Selama live in kemarin, aku tinggal di desa Getasan,Kopeng, tepatnya di Dusun Kaliduren.Aku tinggal bersama bapak Slamet yang satu rumah denganku dan keluarganya yg lupa namanya.Setiap harinya suasana rumah sangat sepi karna bapak Slamet harus macul/ngarit sawah setiap harinya.Aku sangat senang karna orang-orang di Dusun Kaliduren sangat baik hati boleh tinggal bersama mereka dalam satu rumah dan mereka tidak merasa keberatan.




Bapak Slamet memiliki 3 orang anak laki-laki dan perempuan,semuanya bekerja diluarkota sedangkan Istrinya setiap hari bekerja dalam perkebunan.


Hari pertama aku sangat senang datang di Dusun Kaliduren karna ini merupakan pengalamanku yang berharga melepaskan kegiatan sehari-hari dan Tugas-tugas pelajaran yang begitu banyak.Tapi pertama kali aku merasakan kesederhanaan dimana aku harus tidur tanpa kasur dan hanya tikar besar yang digunakan untuk tidur,malam hari aku juga terganggu dengan adanya jangkrik berukuran sekepalan tangan entah namanya apa dan jumlahnya sangat banyak.



Hari kedua pagi hari aku sarapan dengan makanan seadanya,Tapi masakanya sangat enak aku menyukainya bahkan ibuku tidak pernah masak seenak ini,Lalu setelah sarapan aku kerja bakti karna ini merupakan ungkapan terimakasih dari sekolah karna boleh menerima kami di dusun kaliduren,Akupun ikut kerja bakti bersama sama membuat marka jalan supaya lalu lintas di Dusun Kaliduren berjalan lancar.



Siang Hari aku bersama temanku berkebun dan menanam tanaman,Tetapi siang ini tidak terasa panas karna cuaca sangat berkabut dan aku merasa kedinginan,Aku sekelompok ikut membantu para petani yang sedang berkebun Aku dan Dana bagi tugas dalam berkebun aku yang menyiram tanaman sedangkan dana yang menanam tanaman diselimuti tebalnya kabut yang menyejukan.



Malam hari saat acara perpisahan menjelang besoknya pulang, Acara perpisahan awal berjalan biasa tetapi sayang tidak berapa lama turun Hujan yang begitu deras dan Hujan mengacaubalaukan acara perpisahan memang sepertinya Hujan tidak setuju dengan acara perpisahan yang diselenggarakan pada malam hari itu entah apa alasan Hujan mengacaukan acara itu, Malam perpisahan itu aku sangat kecewa dengan Hujan deras yang datang,Hujan sangat membuat malu acara kami,memang sepertinya Hujan saat itu tidak ingin situasi Acara berjalan dengan baik untuk perpisahan SMA Sint Louis dengan Dusun Kaliduren dan Hujan ingin mengacaukan acara Perpisahan kami. Hujan yang turun saat itu sangat meresahkan dan membuat suasana tidak nyaman bahkan untuk yang ingin menyaksikan acara Perpisahan yang paling bersemangat terpaksa terganggu dengan adanya Hujan yang meresahkan.



Hari Ketiga menjelang pulang pagi hari aku dan temanku Dana membantu Pak Slamet yang mengarit sawah aku dan Dana bagi tugas dana yang memotong hama tanaman sedangkan aku yang membawa keranjang.Setelah itu aku segera pulang kerumah untuk sarapan pagi bersama teman teman sekelompoku yaitu Dana,Airin,Adonia.Setelah kami sarapan aku dan temanku segera menuju ke pertelon untuk berbagi sayuran,Aku sangat beterimakasih kepada Dusun Kaliduren yang berbaik hati kepada Sma Sint Louis yang telah memberi oleh oleh berupa sayuran :D Lalu setelah itu aku pulang menuju rumah untuk Packing barang dan menuju ke Rumah bapak Surosso.untuk menunggu Intruksi dari sentral.



Melalui pengalamanku tersebut, aku menyadari bahwa betapa berharganya kebersamaan itu, dan betapa berharganya keluarga, keluarga yang saling menyayangi, dan saling menjaga satu sama lain. Aku merasa sangat bersyukur dengan apa yang aku miliki dan ada saat sekarang ini.  Dalam kehidupanku sekarang di Semarang,Aku tinggal bersama ketiga adiku dan aku bisa berkumpul bersama keluargaku.aku bisa menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Aku jarang merasa kesepian seperti apa yang dirasakan oleh ibu di desa Kaliduren sana.Saat siang hanya sendirian dan Suaminya Pak Slamet sedang mengarit sawah,mereka hanya hidup berdua,Anak-anaknya sudah pergi semua dari rumah untuk menjalankan tugasnya masing-masing.Sedangkan aku, sekarang ini selalu ada orang yang menemaniku, dan menghiburku di saat aku sedih ataupun di saat aku sedang menghadapi suatu masalah. Kebersamaan itu aku rasakan dan aku dapatkan dalam kehidupanku sehari-hari. Kehidupan yang dijalani selama live in kemarin benar-benar berbeda dengan kehidupanku sekarang ini.  Aku sungguh-sungguh mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan padaku, terutama keluarga yang selalu menyayangi aku dan selalu berada di sampingku. Bagiku sekarang, harta yang paling berharga adalah keluarga!

Ad Maiorem Natus Sum.

Penulis: Andre Prasetya 40